MUJADALAH (dialog) ANTARA MUSA DENGAN FIR'AUN


A.    Ayat Dan Terjemahan
Dialog {mujadalah} antara Musa dan Fir'aun sebagaimana dihuraikan di atas dpt dibaca dalam surah "Asy-Syu'ara" ayat 18 hingga ayat 31 juz 19 sebagimana berikut :
قالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ (18) وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ (19) قَالَ فَعَلْتُهَا إِذًا وَأَنَا مِنَ الضَّالِّينَ (20) فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكْمًا وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُرْسَلِينَ (21) وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنْ عَبَّدْتَ بَنِي إِسْرَائِيلَ (22) قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ (23) قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ (24) قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ أَلَا تَسْتَمِعُونَ (25) قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ (26) قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ (27) قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ (28) قَالَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ (29) قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُبِينٍ (30) قَالَ فَأْتِ بِهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (31)

"18. Fir'aun berkata: "Bukankah kami telah mengasuhmu diantara {keluarga} kami diwaktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal diantara {keluarga} kami beberapa tahun dari umurmu. 19. dan kamu telah berbuat sesuatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas jasa." 20. Berkata Musa: "Aku telah melakukannya sedang aku diwaktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.[1] 21. Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepada kamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikan aku salah seorang diantara rasul-rasul. 22. Budi yang kamu limpahkan kepada ku ini adalah {disebabkan} perhambaan darimu terhadap Bani Isra'il." 23. Fir'aun bertanya: "Apa Tuhan semesta alam itu?"24. Musa menjawab: "Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang diantara keduanya {itulah Tuhanmu} jika kamu sekalian {orang-orang} mempercayainya". 25. Berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?". 26. Musa berkata: "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu" 27. Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutuskan kepada kamu sekalian benar-benar orang gila". 28. Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya {itulah Tuhanmu} jika kamu mempergunakan akal". 29. Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyenbah Tuhan selain aku benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan". 30. Musa berkata: "Dan apakah kamu {akan melakukan itu} walaupun aku tunjukkan kepadamu sesuatu {keterangan} yang nyata jika kamu adlah termasuk orang-orang yang benar." { Asy-Syura : 18 -31 }

B.     Kisahnya :
Pada suatu kesempatan, Musa dan Harun menemui raja Fir'aun yang menyatakan dirinya sebagai Tuhan itu, setelah menempuh beberapa rintangan yang lazim dilampaui oleh orang yang ingin bertemu dengan Raja pd waktu itu. Pertemuan Musa dan Harun dengan Fir'aun dihadiri pula oleh beberapa anggota pemerintahan dan para penasihatnya.

posted under | 0 Comments

KISAH LELAKI DURHAKA YANG MEMILIKI DUA KEBUN SUBUR



A.    PEMBAHASAN
Al-Qur’an menyampaikan pesannya dengan beragam cara, salah satunya adalah melalui kisah yang dapat dipetik hikmah dan ibrahnya. Salah satu kisah Al-Qur’an yang cukup menarik dan padat hikmah adalah kisah dua lelaki di dalam surah Al-Kahfi ayat 32-44.  Sebelum merinci kandngan yang terkandung di dalamnya kami menyamapikan terlebih dahulu kisahnya di dalam Al-Qur’an secara lengkap beserta tambahan keterangan dari kitab-kitab tafsir;
وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا [٣٢] كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِم مِّنْهُ شَيْئًا ۚ وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا [٣٣[وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا [٣٤]
Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.(32) Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,(33) dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: "Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat"(34). (al-Kahfi : 32-34).
Imam al-Baghawi menyebutkan bahwa kedua lelaki yang kisahnya dijadikan perumpamaan tersebut adalah dua orang yang bersaudara di kalangan Bani Israil. Salah seorang di antara mereka adalah lelaki yang beriman bernama Yahudza sedangkan saudaranya yang kafir bernama Quthruz.[1] Keduanya mewarisi harta dari  ayah mereka sebanyak 8000 dirham, warisan tersbut mereka bagi rata masing-masing orang mendapatkan 4000 dirham. Quthruz si kafir menggunakan uangnya tersebut untuk membangun rumah dan membeli tanah pertanian yang luas serta menikahi wanita cantik. Yahudza yang beriman kepada Allah menginfakan hartanya dijalan Allah swt dan berdoa agar dia dibrikan taman (kebun), tempat tinggal serta istri di surga.

posted under | 1 Comments

KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM


            Allah swt adalah Zat yang Maha Adil dan Bijaksana, buktinya Ia tidak membiarkan hambanya terjerumus dalam kehancuran ketika hambanya bingung mengenai tujuan hidupnya, juga dalam menentukan mana yang benar dan yang salah. Allah swt memganugrahkan syariat dan hukum-hukum yang mengatur dan dapat membantu manusia dalam mencapai realitas kebahagiaan. Allah swt menciptakan manusia sebagai Makhluk yang paling sempurna.disertai dengan berbagai macam naluri, termasuk di dalamnya naluri bertuhan, dan naluri beragama. Oleh karena itu manusia hidup di dunia ini mengemban amanah sebagai seorang khalifah (pemimpin).yang tugas utamanya adalah membangun kemakmuran dan kesejahteraan hidup umat manusia serta menciptakan perdamaian dan ketertiban antar umat manusia.

            Kepemimpinan dalam islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw, oleh karena itu sosok pemimpin yang disyariatkan adalah pemimpin yang beriman sehingga hukum-hukum allah swt dapat ditegakkan dan diterapkan. Hukum-hukum Allah harus ditegakkan agar keadilan dan kebenaran dapat terjamah oleh orang-orang yang tertindas dan terdzalimi baik itu dari kalangan muslim maupun non muslim karena pada hakekatnya islam itu adalah rahmat bagi seluruh alam.

posted under | 0 Comments

Pengalaman Tugas Muballiq Hijrah di Kulon Progo ( Kendala-Kendala dan Solusinya)


Bismillahi al-rahman al-rahim
Sebagai organisasi dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, Muhammadiyah mempunyai banyak kegiatan-kegiatan dan program untuk mewujudkan cita-citanya yaitu membentuk masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Program Muballiq Hijrah merupakan salah satu contoh programnya dan program ini harus dijalani oleh para kader perserikatan khususnya yang kuliah di PUTM dan bisa dikatakan sebagai program tahunan yang wajib diikuti. Dengan melihat kondisi masyarakat yang masih kurang pemahaman agamanya, maka MH dipandang sangat penting peranannya bagi perkembangan keislaman bagi masyarakat terutama yang tinggal di daerah pedesaan karena masih terbatasnya informasi tentang keagamaan dan kurangnya muballig. Setiap tahun tepatnya di bulan Ramadhan, Muhammadiyah mengirim kader-kader PUTM ke berbagai kabupaten di Yogyakarta atas permintaan masyarakat. Kader-kader yang dikirim itu diharapkan mempunyai andil dalam memajukan dakwah di daerah tersebut dan saya termasuk salah satu kader yang dikirim itu.

posted under | 0 Comments

KISAH NABI YUNUS DAN SANG PAUS PEMANGSA



A.  Kisah Perjuangan Dakwah Nabi Yūnus As

Tidak banyak yang dikisahkan oleh Al-Quran tentang Nabi Yūnus as sebagaimana kisah tentang Nabi Mūsā as, Yūsuf dan Nabi-nabi lainnya. Ayat-ayat yang mengkisahkan perjuangan dan perjalanan Nabi Yūnus di antaranya termuat dalam surat Yūnus [10]: 98, al-Anbiyā’ [21]: 87-88, aṣ-Ṣaffāt [37]: 139-148, al-Qalam [68]: 48-50 dan ayat-ayat lain yang berkaitan.[1] Yunus (Arab:يونس atau يونان Yūnān, Inggris: Jonah, Ibrani:Yonah, Latin: Ionas) (sekitar 820-750 SM) adalah salah seorang Nabi dalam agama Samawi (Islam, Yahudi, Kristen) yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Surah Yūnus dan dalam al-Kitab dalam Kitab Yūnus. Ia ditugaskan berdakwah kepada orang Assyiria di Nainawa-Iraq. Namanya disebutkan sebanyak 6 kali di dalam al-Quran dan wafat di Nainawa-Iraq.Yūnus bin Mattā dari keturunan Benyamin bin Ya‘qūb.[2]
Allah swt -sebagaimana dikatakan para Ahli Tafsir- mengutus Nabi Yūnus as kepada penduduk Nainawa di daerah al-Muwaṣil. Lalu Nabi Yūnus as menyeru penduduknya ke jalan Allah swt. Namun mereka mendustakannya dan senantiasa dalam kekafiran dan keingkaran mereka.[3] Hanya ada 2 orang yang bersedia menjadi pengikutnya, yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil adalah seorang yang alim bijaksana, sedang Tanuh adalah seorang yang tenang dan sederhana.[4] Nabi Yūnus as merupakan seorang asing yang datang di tengah-tengah penduduk Ninawa itu. Ia menemui mereka berada di dalam kegelapan, kebodohan dan kekafiran, mereka menyembah berhala menyekutukan kepada Allah. Nabi Yūnus as membawa ajaran tauhid dan iman kepada mereka, mengajak mereka agar menyembah kepada Allah swt yang telah menciptakan mereka dan menciptakan alam semesta, meninggalkan persembahan mereka kepada berhala-berhala yang mereka buat sendiri dari batu dan berhala-berhala yang tidak dapat membawa manfaat atau mudarat bagi mereka. Ia memperingatkan mereka bahwa mereka sebagai makhluk Allah swt yang utama yang memperoleh kelebihan di atas makhluk-makhluk yang lain tidak sepatutnya merendahkan diri dengan menundukkan dahi dan wajah mereka menyembah batu-batu mati yang mereka pertuhankan, padahal itu semua buatan mereka sendiri yang kadang-kadang dan dapat dihancurkan dan diubah bentuk dan memodelnya.[5]

posted under | 1 Comments

WASIAT LUQMAN KEPADA ANAKNYA

            Pada rangkaian ayat surah Luqman, Allah swt mengabarkan tentang wasiat Luqman kepada anaknya, Luqman sendiri adalah putra ‘Anqa bin Sadun. Sedangkan menurut satu pendapat yang dikemukakan as-Suhaili, putera Luqman it bernama Tsaran.. Allah swt menyebutkan Luqman dengan sebutan yang sangat terpuji. Bahwasanya Allah telah menganugrahkan hikmah kepadanya. Allah menceritakan bahwa suatu saat Luqman membeir wasiat dan wejangan kepada anaknya, manusia yang paling ia cintai dan yang paling ia sayangi, serta manusia yang peling  berhak mendapatkan Ilmu pengetahuan dan nasehat darinya.
            Namanya (Luqman) diabadikan menjadi nama sebuah surat di dalam Al-Qur’an yaitu surat ke 31. Ia digambarkan sebagai laki-laki shalih yang memberikan untaian nasihat luhur kepada anaknya yang merupakan sosok manusia yang paling ia cintai dan paling ia sayangi daripada manusia yang lain. Sebagaimana diriwayatkan oleh Syu’bah dari al-Hakam dari Mujahid, ia berkata, “Luqman adalah seorang hamba yang shalih, namun ia bukan Nabi.[1]
Ada begitu banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari dari surah Luqman yang berupa nasehat kepada putranya, di antaranya ialah:
1.      Tidak menyekutukan Allah.
            Dosa yang paling besar di sisi Allah swt adalah dosa syirik dan kedzaliman yang sangat besar, dan pelakunya tidak akan diampuni kecuali bertaubat. Allah SWT berfirman:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya: Wahai anakku! janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.(Q.S. Luqman:13)         

posted under | 0 Comments

PENUTUP


A.    Kesimpulan
Penelitian hadis yang berbicara tentang perpecahan umat Rasulullah menjadi 73 golongan dapat disimpulkan menjadi tiga kategori:
1.      Menerima hadis ini dengan alasan banyak ulama yang menghukuminya sebagai hadis hasan, meskipun salah satu sanadnya ada yang lemah akan tetapi drajatnya bisa menjadi hasan karena adanya hadis lain yang semakna yang berperan sebagai syawahid-nya. Konsekuensinya adalah bisa menimbulkan adanya klaim-klaim kelompok tertentu yang hanya menganggap golongannya yang selamat.
2.      Menolak hadis tersebut dengan alasan salah satu perawinya ada yang lemah dan juga terdapat kejanggalan dari segi matannya yang bertolak belakang dengan spirit Islam yang membenci adanya perpecahan. Adanya syawahid dan hadisnya masyhūr bukan secara otomatis bisa dihukumi sebagai hasan karena banyak aspek yang harus diperhatikan dan tidak kalah pentingnya, yakni kualitas matan hadis. Alasan lain adalah karena hadis tersebut tidak mencukupi syarat hadis sahih sehingga tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, padahal keduanya tidak akan mudah melewatkan satupun bab yang penting di dalam hadisnya begitu saja tanpa alasan tertentu.
3.      Menerima hadis hadis tersebut tapi dengan pemahaman yang berbeda mengenai matan dan maksud hadis. Tidak menafikan akan adanya 72 golongan yang dianggap masuk neraka, akan tetapi golongan tersebut adanya pada zaman dahulu dan sudah dikalahkan, sehingga perpecahan dengan jumlah tersebut tidak ada lagi pada zaman sekarang ini. Lafal 73 golongan itu juga tidak diartikan secara harfiah, tapi diartikan dengan kontekstual dengan makna “sungguh-sungguh sangat dan amat celaka”.
Setelah melakukan penelitian hadis ini, secara pribadi penulis lebih memilih pendapat yang kedua yakni menolak hadis tersebut.

posted under | 1 Comments
Posting Lama

Blogger Tricks

Diberdayakan oleh Blogger.

Ads 468x60px

Search

Memuat...

Featured Posts Coolbthemes

Blogger templates

About Me

Foto Saya
el-fatihkamil
Mau makan untuk hidup atau hidup untuk makan aku tak peduli....yang jelas saya tidak makan orang.hehehehe^_^
Lihat profil lengkapku

Followers

Text Widget


Recent Comments